Meraih derajat Taqwa

Pasti semua sudah tahu, berpuasa di bulan Ramadhan tak lain dan tak bukan yakni untuk meraih derajat taqwa.
(waduh,,,maaph2 lagi2 ana harus logout dulu...dilanjutin kpn2,,oKe!)



Semua Paragrap yang di sembunyikan

Read More…

Kamis, 25 September 2008

Menjadi Insan yang Bertaqwa

Pada hari Minggu kemarin, 14 September 2008, saya menghadiri sebuah majelis taqorub ilallah, yang isinya saya ceritakan di bawah ini.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

(QS. Al-Baqarah:183)


Sebagaimana yang telah termaktub dalam surah di atas, puasa dapat menjadikan pelakunya menjadi bertaqwa. Insan yang bertaqwa, yakni insan yang ta’at dan patuh terhadap segala yang diperintahkan-Nya dan segala yang dilarang oleh-Nya. Atau dengan kata lain, insan yang bertaqwa akan senantiasa mengikatkan dirinya dengan syari’at-Nya. Itulah yang membedakan manusia dengan binatang. Binatang tidak mempunyai aturan yang mengikat dirinya. Dan itulah yang membedakan islam dengan paham-paham sekuler dan liberal yang menjunjung tinggi nilai kebebasan. Para penganut paham ini tidak rela bila dirinya terikat oleh sesuatu apapun, termasuk aturan dari Tuhan-nya.


Berpuasa diwajibkan atas manusia sejak zaman sebelum Nabi saw. lahir. Dan yang perlu diingat bahwa puasa yang benar akan menhantarkan pelakunya meraih derajat taqwa.
Hal itu antara lain disebabkan karena:
Telah ditanamkan pada diri kita bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Mengawasi . Itu menjadikan kita tak pernah mau untuk makan/ minum di saat berpuasa meskipun di tempat yang tersembunyi.
Karena di bulan Ramadhan ini, Allah memberikan keistimewaan. Dalam khutbahnya Rasulullah bersabda bahwa siapa saja yang melakukan amalan sunnah, maka ia mendapatkan pahala selayaknya ibadah wajib. Dan siapa saja yang melaksanakan ibadah wajib, maka ia akan mendapatkan pahala 70 kali lipat dari bulan-bulan biasanya.
Allah juga membukakan selebar-lebarnya pintu surga, serta menutup rapat-rapat pintu neraka.
Bagi siapa saja yang memberikan makan/ minum orang yang berpuasa maka ia akan mendapatklan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberinya.
3. Puasa melatih pelakunya untuk menahan hawa nafsu dan terikat dengan syariat-Nya. Ternyata terbukti bahwa kita bisa menahan hawa nafsu kita seharian selama satu bulan. Ternyata kita sanggup tidak makan, minum, marah, ghibah, dsb selama bulan Ramadhan. Itu membuktikan bahwa sebenarnya kita mampu mengarahkan hawa nafsu kita.
Dan di bulan Ramadhan banyak pula wanita yang mengenakan kerudung dan menutup auratnya. Kaum muslim jadi semakin patuh terhadap syari’at-Nya ketika menghadapi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Oleh karena itulah, sudah sepantasnya bulan ramadhan sebagai momen yang tepat untuk penggemblengan diri menjadi insan bertaqwa, dan bulan lain sebagai momen untuk mengaplikasikan hasil penggemblengan itu tadi.
Namun itulah yang sangat langka terjadi.

Taqwa, berarti patuh terhadap segala perintah dan larangan-Nya, terhadap syari'ah islam, yang tak lain adalah aturan yang mengikat setiap diri yang mengaku muslim.
Yah,,sama lah, dimana-mana kan yang namanya aturan tuh pasti mengikat, ya tak? Dan pasti ada sanksi. Tapi yang terjadi sekarang islam sangaat lemah. Buannyak yang melanggar syari'ah-Nya, tapi mereka tak sedikit pun mendapatkan sanksi. Paling-paling sanksi yang bersifat ghaib, alias dosa. Padahal sanksi di dunia bisa meringankan murka-Nya di akhirat kelak.

Tapi yang dibahas di wacana ini bukan masalah sanksi. Akan tetapi penekanan terhadap pertanyaan 'apakah kita sudah benar-benar bertaqwa?'
Dan pertanyaan selanjutnya,,apakah kita sudah mengenal bagaimanakah syari'ah islam--yang paling mempengaruhi dalam persyaratan bagi orang yang ingin bertaqwa--itu? Jangan-jangan kita hanya mengenalnya sebatas masalah ekonomi. "Oo,,semacam Bank Syari'at itu tah??" Thienk! -_-' Cape deh..
Syari'ah islam,,yang telah mengantarkan umat manusia bangkit dari keterpurukan...
Ia sangat sempurna dalam mengatur kehidupan kita,,seluruh aspeknya..hingga kita tak perlu bingung lagi hidup di bumi Allah ini.

Jadi, yang masih belum tau syari'at itu seperti apa, belajar ya?! Menerapkan syari'at islam kan wajib ntuh,,jadi menuntut ilmu syari'at juga jadinya pasti wajib juga.. Dan jika kita sudah tahu bagaimana syari'at islam kemudian kita mengamalkannya,menjadikannya sebagai sesuatu yang melekat pada diri kita, insyaAllah kita termasuk ke dalam jajaran orang-orang bertaqwa...
Aminn...




Read More…

Agar Taqwa Tetap Terjaga

Perbandingan waktu bulan Ramadhan dengan waktu-waktu kita selama 1 tahun yakni 1:12. Survey membuktikan, setelah 1 bulan lamanya kita sucikan hati, setelah bertemu dengan bulan-bulan lainnya, lunturlah sudah ketaqwaan kita. Betul apa betul???
Kenapa sih, di bulan ramadhan kita jadi semangat beribadah dibanding bulan-bulan lain?
"Abisnya, kan malu kalo temen-temen pada sholat dhuha, tarawih, tadarus al-qur'an, shodaqoh, sementara aku enggak. Ya, jadinya semangatku semakin terpacu deh untuk ngelakuin hal yang sama".
"Ya,,gimana lagi mbak, di sekolah emang udah diprogram untuk sholat dhuha setiap hari".
"Secara, di bulan Ramadhan kan pahala dilipat gandakan tuh... Ya emanlah kalo kita cuma berleha-leha aja".
"Nggak tau ya, aku tiba-tiba aja merasakan aura yang damai...begitu berjumpa dengan bulan Ramadhan. Hati trenyuh saat mendengar tadarus al-qur'an dari langgar dan masjid-masjid. Jadi terbawa suasana untuk ikut meramaikan Ramadhan..."

Kalau di bulan lainnya?
"Peh! Mau sholat dhuha, pasti langsung dibilang bu ustadz. Apalagi shodaqoh ke masjid, anak yatim-piatu dan gepeng!"
"Waa, ya pastinya susah atuh... I'tikaf di masjid malah dipikirnya penampakan! Berabe".


Read More…

Minggu, 14 September 2008

Hal Terpenting dari Puasa

Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki 10 hari kedua di bulan Ramadhan. Yang mana dalam khutbah Rasulullah, 10 hari kedua adalah ampunan. Semoga kita termasuk orang yang yang mendapatkan ampunan-Nya, dan dihapuskan segala dosa-dosa yang telah lalu. Amin...
Hmfiuh.... cepet banget ya, udah 10 hari kedua? Kesempatan untuk meraih sebanyak-banyak pahala dan doorprize jadi semakin berkurang deh setiap harinya. Tapi tentunya kita nggak mau kan jadi orang yang merugi?? So pasti lah! Truz,,truz,,punya tips nggak biar puasa gak sia-sia??
I have... Check it out!

  • Ikhlas Lillahita'ala
"Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu. "(Hadits Muttafaq 'Alaih)"

Nah! Ini nih hal yang kelihatannya sepele tapi mak.... efeknya gede! Tata hati, tata pikiran, tata de koko... Dilatih tuh mengikhlaskan segala amal, biar terhindar dari ujub dan riya'.
  • Niat Kudu sebelum Fajar, Jez...
  • Berbuka pun pas udah denger bedug ya! (bukan bedug dhuhur tapi! Bedug maghrib lah...)
  • Menunaikan puasa dengan benar, sesuai dengan ketentuan Fiqih.
Nah! Hanya puasa yang dilaksanakan dengan benar tuh, yang akan mencetak pribadi-pribadi yang bertaqwa...

Gimana pren,,udah ngrasa puasamu berefek nggak?
Apakah pribadi taqwa sudah nampak pada dirimu?
Jangan pernah menyerah! Masih ada kesempatan,,insyaAllah...





Read More…

 
Islam will Rise again - Wordpress Themes is proudly powered by WordPress and themed by Mukkamu Templates Novo Blogger